Posted by: erwinsrihandayani on: Mei 18, 2009
Kiky panggilan yang kami berikan untuk anak kedua kami. Saat ini usianya 25 bulan. Kami merasa cemas dengan perkembangan bicaranya sejak usia 18 bulan, karena ia belum menunjukkan tanda-tanda ia akan mengeluarkan kata-kata. Namun kemampuannya untuk memahami pembicaraan orang lain cukup bagus. Akhirnya kami bawa Kiky ke dokter anak untuk melakukan assesment. Yang akhirnya kami disarankan untuk mengikutkan Kiky pada beberapa jenis terapi.
Saya berusaha mencari second opinion dengan menanyakan saran dokter tersebut kepada teman yang kebetulan psikolog dan dia memahami tentang perkwmbangan anak. Menurut teman tadi sebaiknya yang pertama diberikan kepada Kiky adalah terapi sensory intergrasi karena dia melihat Kiky sepertinya belum butuh beberapa terapi yang lain. Baru dilihat hasilnya 3-6 bln kedepan.
Kami pun mengikutkan Kiky di sebuah klinik perkembangan anak. Dari hasil assesment SI ternyata banyak yang masih lemah dalam diri Kiky. Dan kita mulailah tahapan terapi.
Beberapa kali pertemuan ternyata Kiky terus menangis selama sesi pertemuan walaupun instruksi yang diberikan terapisnya tetap dilakukannya. Dan ketika ada satu waktu yang terlewat maka tahapan yang kami lalui harus dari nol lagi karena dia akan terus menangis.
Tiga bulan berjalan kami melihat perkembangn yang cukup menggembirakan dalam kemampuan motoriknyanamun dalam kemampuan bicaranya ada perubahan karena saat ini dia mulai terlihat bersuara saat main dan menunjukkan keinginan untuk berbicara dengan menggerakkan mulutnya walaupun masih tanpa suara. Semoga walaupun lambat progres itu terus ada.
Posted by: erwinsrihandayani on: September 16, 2008
Gejala-gejalanya?
a. Gangguan Persepsi Visual
b. Gangguan Persepsi Auditori
c. Gangguan Belajar Bahasa
d. Gangguan Perseptual – Motorik
e. Hiperaktivitas
f. Kacau (distractability)
Posted by: erwinsrihandayani on: September 16, 2008
Anak LD adalah anak yang memiliki disfungsi minimum otak (DMO), sehingga menyebabkan tercampuraduknya sinyal-sinyal di antara indera dan otaknya, termasuk di dalamnya mereka yang memiliki gangguan konsentrasi dan hiperaktivitas (ADD dan ADHD). Jelasnya, anak LD adalah individu yang memiliki kecerdasan normal bahkan di atas normal, namun memiliki masalah dalam pemrosesan di otaknya ketika menerima stimulasi melalui indera. Karena masalah yang dialaminya, sering ditemukan perbedaan yang nyata antara hasil tes IQ dengan prestasi akademiknya di sekolah.
Posted by: erwinsrihandayani on: September 11, 2008
Namaku Erwin Sri Handayani, Aku dilahirkan di sebuah kota kecil di magelang. Aku ibu dari dua orang anak laki-laki. Aku bekerja di sebuah sekolah khusus untuk anak-anak berkesulitan belajar di Jakarta..